kabari aku jika telah temukan ujung pencarian lintang kemukus yang setiap hari kita hitung rasiya, lalu bisikan padaku bagaimana caranya memetik bintang itu buatku selipkan di pundak yang lelah. sebap penantian ini sunggu tak adil, dimana bisa aku israhatkan sejenak laraku, pinjamkan padaku dipan tua warisan dari buyut yang dulu perna kau ambil dari peraduan malamku, aku ingin rebahkan jiwa raga di atas skenario sang sutradara, meski cuma seisapan sebatang rokok cukup buatku yang memikul cita-cita sederhana anak gelandangan. seperti aku katakan jika ada jamur yang tumbuh dari lelahku yang ter cecer sepanjang perambahan belukar kehidupan ini, aku harap itu tidak menyemaki jernihya kalbu, apa lagi menghutankan permusuhan di antara kita sebap aku cuma anak gelandangan tak punya capa-capa...